Bantahan Telak Kepada Pastor yang Mengatakan Bahwa Menikah itu Kotor


Bantahan Telak Kepada Pastor yang Mengatakan Bahwa Menikah itu Kotor
Dialog  yang dilakukan ulama dengan orang nasrani, umumnya tidak panjang. Dialog mereka singkat, tapi mematikan komentar lawannya. Karena ideologi yang menyimpang, pasti bertentangan dengan logika. Semoga dialog ini semakin menanamkan ideologi yang benar kepada kita.



Perdebatan al-Qadhi al-Baqillani dengan raja romawi:

Dikisahkan dalam kitab Fabihudahum iqtadih. Ada seorang raja romawi yang mengirim surat kepada khalifah kaum muslimin, meminta agar dikirim seorang ulama untuk dipertemukan dengan para pendeta nasrani. Sang Khalifah mengutus al-Qadhi al-Baqillani.

Setelah sampai di negeri romawi, semua telah disiapkan, dan debat akan dilakukan di depan raja. Sebelumnya pihak protokoler menyampaikan aturan bahwa siapapun yang menghadap raja, dia harus bersujud untuk raja. Jika anda tidak bersujud, ini penghinaan kepada raja. Al-Baqillani, "Kalo begitu saya tidak mau menemui raja. Saya tidak akan bersujud kecuali kepada Allah."

Hal ini disampaikan kepada raja nasrani, dan dia tetap meminta, bawa dia masuk ke mari. Kemudian mereka memasang kayu di pintu kerajaan, sehingga siapapun yang memasukinya harus nunduk, dan tidak bisa sambil jalan bediri. Dengan ini, otomatis siapapun yang masuk istana akan nunduk kepada raja.

Ketika al-Qadhi Al-Baqillani hendak masuk, beliau merasa ada keanehan dengan pintu itu. Beliau menyadari, ini pasti tipu muslihat kerajaan agar dia terpaksa sujud kepada raja. Beliau tetap masuk namun dengan berjalan mundur. Subhanallah, seperti inilah kecerdasan ulama.

Sesampainya di dalam istana, ada banyak pastor yang sudah siap untuk berdebat. Al-Baqillani yang memulai bicara, "Wahai para bapak pastor, bagamana kabar anda? Bagaimana kabar keluarga, bagaimaan kabar anak dan istri anda?"

Spontan sang raja langsung menatap kepada orang ini dengan keheranan, "Kamukah yang diutus khalifah untuk berdebat dengan para pastor?" tanya raja.

"Ya benar." jawab al-Baqillani.

"Apa gak ada ulama lain selain kamu?" tanya raja menghina.

"Lha kenapa?" al-Baqillani balik tanya.

"Sudah jadi rahasia umum dan kamu harus tahu, bahwa mereka para pastor itu tidak menikah, tidak punya anak dan istri. Bisa-bisanya kamu tanya kabar anak dan istrinya." Terang raja.

"Lha kenapa mereka tidak menikah?" tanya al-Baqillani.

"Karena mereka tersucikan dari anak dan istri."

Dalam riwayat lain, "Karena menikah itu kotor, dan mereka tersucikan dari beranak dan beristri." Jawab raja.

Kemudian al-Baqillani mengatakan kepada mereka semua, "Kalian sucikan para pastor dari memiliki anak dan istri, tapi kalian tidak mensucikan Allah dari keberadaan anak dan istri?!!"

Terdiam semuanya (Fabihudahum iqtadih, hlm. 469)

[Ustaz Ammi Nur Baits] [www.tribunislam.com]

Sumber : mozaik.inilah.com
CAR,HOME DESIGN,HOSTING,HEALTH,SEO