Berhati-hatilah dengan 3 Sebab Utama Perceraian Ini


Berhati-hatilah dengan 3 Sebab Utama Perceraian Ini
Si wanita ini terpaksa ajukan gugatan cerai. Usia pernikahannya hanya bertahan selama dua puluh empat bulan. Sebab utamanya, si suami berkhianat. Menjalin asmara dengan wanita lain. Selingkuh. Puncak perselingkuhannya terjadi ketika si wanita melahirkan anak pertama. Bukan mengurusi, si suami malah berasyik ria dengan pasangan yang tak halal.



“Saya tidak bisa tolerir,” ungkapnya dengan nada sedih. Padahal, jika sampaikan niat poligami, “Saya rela dimadu. Sebab ianya halal.” Dasar manusia. Serbasalah. Dikasih halal tidak mau, malah memilih yang haram.

Gugatan ke pengadilan terkabul, keduanya resmi berpisah. Si wanita pun menjalani hidup prihatin sebagai penopang kebutuhan keluarganya*; satu orang anak, satu adik, dan ibu yang sudah senja.

***

“Saya,” kata wanita lain menyampaikan kisah, “digantung selama tiga tahun.” Selama masa itu, wanita itu tidak mendapatkan haknya. Benar-benar dizalimi. Tak diberi nafkah lahir, padahal suaminya bekerja. Tak pula dicukupi kebutuhan batin, entah apa alasannya.

Akhirnya, wanita ini pun ajukan gugatan. Dan resmi bercerai ketika usia pernikahannya memasuki usia delapan tahun. Si wanita pun menjadi orang tua tunggal dari dua anak buah pernikahan pertamanya.

Selama menjanda, banyak ujian yang menghampiri. Terutama fitnah dari kaum lelaki tak berilmu. Diajak zina, digodain, dan pelecehan-pelecehan lainnya. Padahal, wanita ini menjaga diri dengan menutup aurat dan menjaga pergaulannya.

***

Wanita ketiga mengalami ujian lain. Jika wanita pertama ajukan gugatan cerai lantaran suaminya selingkuh dan wanita kedua ajukan gugatan cerai lantaran tak dinafkahi selama tiga tahun, wanita ketiga mengalami ujian yang tak kalah pedihnya; dihajar, dipukuli, ditendangi, dan tindakan kasar lainnya.

“Saya sudah berusaha sabar selama tujuh belas tahun.” ungkap si wanita. Jujur. “Tapi,” bebernya sampaikan alasan, “anak-anak yang tidak terima jika ibunya sering dipukuli.” Anak-anaknya itulah yang menyarankan agar sang ibu ajukan gugatan cerai.

Bukan kekerasan ringan, si wanita bahkan sering dipukuli di depan orang lain. Anaknya pun alami hal serupa. Bahkan, tak ada kebaikan yang diingat oleh si anak, kecuali kekerasan yang mereka terima di banyak lokasi dan kejadian.

***

Selingkuh. Tidak dinafkahi. Kekerasan. Akar dari selingkuh bisa jadi karena tak beresnya urusan ranjang. Tidak dinafkahi bersumber dari kemalasan dan kelalaian. Dan kekerasan merupakan alibi seorang laki-laki untuk menutupi kekurangan dirinya.

Waspadalah. Jangan sampai ketiga hal ini terdapat di dalam rumah tangga kita. (keluargacinta/akhwatindonesia)

* NB : Dalam Islam wanita tidak ada kewajiban mencari nafkah, jika seorang istri bercerai dengan suami maka kewajiban nafkah ada pada wali nya. Sungguh Islam memuliakan perempuan
CAR,HOME DESIGN,HOSTING,HEALTH,SEO