Usaha Setan Sesatkan Orang Mukmin Saat Sakaratul Maut


Usaha Setan Sesatkan Orang Mukmin Saat Sakaratul Maut
Abu Dawud meriwayatkan dalam sunannya bahwa iblis berkata kepada bala tentaranya pada saat kematian manusia: “Berusahalah saat sekarang karena jika kalian gagal, tidak ada kesempatan lagi”.

Dari Wailah bin al-Asqa’ berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Talqinilah orang yang hendak meninggal dengan La Ilaha Illallah dan berilah berita gembira tentang surga, sesungguhnya orang mulia, baik dari kaum laki-laki dan wanita kebingungan di dalam menghadapi kematian dan mengalami ujian. Sesungguhnya setan paling dekat dengan manusia pada saat kematian, dan melihat malaikat kematian lebih berat dari pada penggalan pedang 1000 kali”. (HR. Abu Naim)

Imam al-Qurthubi menyebutkan kisah dalam Kitab At-Tadzkirah dari guru-gurunya Ahmad bin Muhammad al-Qurthubi bahwa tatkala dia sedang sakaratul maut dikatakan kepadanya, “Ucapkanlah La Ilaha Illallah”, dia mengatakan, “Tidak”. Ketika sadar kami menuturkan kejadian itu kepadanya. Dia berkata, “Setan datang kepadaku dari sebelah kanan dan kiriku, salah satunya berkata, ‘Matilah kamu dalam keadaan Yahudi sebab agama Yahudi adalah sebaik-baik agama’ dan yang lain berkata, ‘Matilah kamu dalam keadaan Nasrani sebab agama Nasrani adalah sebaik-baik agama’, maka saya katakan kepadanya, “Tidak, tidak, kalian saja yang mengucapkan itu.”

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:



“Sesungguhnya setan hadir pada saat kematian diantara kamu sekalian lalu mengatakan, matilah kamu dalam keadaan yahudi, matilah kamu dalam keadaan nasrani”,

Maka jawaban saya tadi adalah pada mereka (setan) bukan pada kalian”.

Sufyan ats-Tsauri berkata, “Saya takut terfitnah pada saat kematian dan beban menjadi berat, saya minta belas kasih dari Allah bila tidak diberi pasti aku akan terfitnah. Gangguan fitnah banyak sekali tidak terhitung, boleh jadi dia masih bertaut dengan dunia sehingga dia tidak mau melepas perkara yang dicintai, atau tidak kuat menahan cobaan, atau tidak sanggup menghadapi fitnah maka manusia bisa jadi terhempas dari tauhid, atau bisa jadi godaan berupa janji kekuasaan. Pesan saya pada saat menghadapi kematian agar selalu menjaga aqidah, membaca istighfar dan bertaubat dari dosa semoga bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih”.

Pada saat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah hendak meninggal beliau membaca ayat:

“sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, ditempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa”. (QS. Al-A’raf ayat 54-55)

(sungguh suatu penutup yang baik)

Dari Anas bin Malik berkata bahwasanya Rasulullah bersabda:

“Ada 2 malaikat yang berdiri di pintu mayit yang menyambut dengan istighfar, maka ketika itu iblis berteriak sangat keras hingga membuat tulang badannya (iblis) patah-patah, dia berkata kepada bala tentaranya, ‘Celakalah kalian, bagaimana hamba ini selamat dari jeratan kalian?’, Mereka menjawab, ‘dia adalah seorang yang terpelihara’.” (HR. Abu Ya’la al-Mushili dalam hadits yang sangat panjang)

Sufyan berkata, “Sesungguhnya setan menangis keras atas kematian orang yang beriman karena gagal menggodanya di dunia”. [ ]

CAR,HOME DESIGN,HOSTING,HEALTH,SEO